You are here: Home > Kulit Manggis, Manfaat dan Khasiat > Antara Serbuk, Kapsul, dan Jus Kulit Manggis

Antara Serbuk, Kapsul, dan Jus Kulit Manggis

Antara Serbuk, Kapsul, dan Jus Kulit Manggis

Mana lebih efektif mengonsumsi kulit manggis dalam bentuk kapsul, rebusan, atau jus?

Herbalis di Bogor, Jawa Barat, Valentina Indrajati, hanya menggunakan sediaan kulit manggis dalam bentuk serbuk. Ia mengeringkan di bawah sinar matahari dan menghancurkan kulit buah manggis dengan mesin penepung. Pasien tinggal menyeduh atau merebus serbuk kulit manggis itu. Valentina hanya menggunakan air dalam perebusan dan tidak pernah mengekstrak kulit manggis.

Alumnus Universitas Parahyangan itu selalu memberikan herbal pendamping agar tubuh optimal menyerap khasiat kulit manggis. Ia tidak menambahkan pati berupa tepung jagung sebagai pengikat maupun penambah volume. Sebab, menurut Valentina pati cepat rusak sehingga daya simpan simplisia dalam bentuk bubuk itu tak awet. Selain itu penambahan pati menyebabkan tubuh lebih lama mencerna khasiat kulit manggis.

Tergantung pencernaan
Dokter dan herbalis di Tangerang Selatan, Provinsi Banten, dr Paulus Wahjudi Halim Med Chir, meresepkan kulit manggis dalam bentuk sediaan yang berbeda-beda tergantung sistem  pencernaan dan penyerapan pasien. Bila sistem penyerapannya kurang baik, Paulus menyarankan pasien untuk meminum kulit manggis dalam bentuk cair. Namun, pasien dengan pencernaan baik, silakan menggunakan bubuk kulit manggis atau ekstrak kulit manggis.
“Kemampuan penyerapan pasien harus diperhatikan karena bahan aktif herbal akan masuk melalui sistem pencernaan sehingga pengobatan lebih efektif,” tutur Paulus. Menurut Paulus konsumsi rebusan kulit manggis dan herbal pendamping, hasilnya lebih baik. Sebab, konsumsi sediaan steril dan saat pengolahan mencapai titik didih. Selain itu tubuh lebih mudah menyerap ramuan dalam bentuk cair.
Bila ingin praktis saat berpergian, pasien dapat mengonsumsi ekstrak kulit manggis dalam kapsul sehingga tidak perlu menyeduh atau merebus. Untuk menyiasati pasien bermasalah pencernaan, dokter alumnus Universitas Degli Studi Padova, Italia, itu menambahkan herbal berupa rimpang kunyit, asam, bunga cengkih, rimpang jahe, buah pala, jintan, atau  rimpang kencur.
Prof Dr Sumali Wiryowidagdo MSi Apt  mengatakan ada dua teknik mengolah kulit manggis, yaitu cara basah dan kering. Cara basah bisa berupa jus atau rebusan. Untuk rebusan bisa dengan infusa—perebusan selama 15 menit setelah air mendidih—dan dekokta—perebusan selama 30 menit setelah air mendidih. “Lamanya perebusan tergantung bahan yang direbus tahan panas atau tidak,” kata Sumali.
Menurut guru besar Farmasi Universitas Indonesia itu kulit manggis termasuk bahan yang tahan panas. Oleh karena itu, waktu 30 menit setelah perebusan termasuk optimal untuk mengekstrak bahan aktif dalam kulit manggis. Bila hendak menyiapkan sediaan dengan cara kering, suhu pengeringan maksimal 600C agar enzim dalam kulit manggis tak rusak. Menurut Sumali, kadar yang diekstraksi dari rebusan lebih tinggi daripada serbuk dalam kapsul.

Kemampuan menyerap
Di pasaran terdapat banyak sediaan kulit manggis yakni jus, kapsul, dan serbuk.  Menurut Sumali tidak ada penggunaan sediaan khusus berkaitan dengan penyakit. Misalnya, pasien diabetes lebih cocok mengonsumsi kulit manggis dalam bentuk kapsul. Oleh karena itu, penentuan jenis sediaan kulit manggis tidak dikaitkan dengan jenis penyakit, melainkan kemampuan tubuh menyerap herbal. “Berbagai jenis sediaan dibuat hanya untuk kemudahan pasien mengonsumsi herbal,” tutur Sumali.
Herbalis di Yogyakarta, Lina Mardiana, misalnya, meresepkan kulit manggis dalam bentuk puding kulit manggis untuk penderita jantung bocor. Ia mengambil kulit manggis bagian dalam, meremas sampai hancur, menambahkan gula aren atau madu, dan  diamkan dalam lemari es hingga mengeras seperti cincau. Untuk menghilangkan rasa pahit, ia menambahkan agar-agar terutama bagi pasien anak-anak.
Selain puding Lina juga menganjurkan pasien yang mengalami gangguan ginjal seperti batu ginjal, kencing batu, dan pengapuran saluran kemih untuk mengonsumsi kopi kulit manggis. Caranya cincang bagian dalam kulit manggis lalu keringkan dan sangrai. Konsumsi kopi 3 kali sehari dengan minum air putih 15 menit kemudian. Selain kopi penderita sakit ginjal juga bisa menikmati rebusan kulit manggis dengan kacang hijau bertabur gula aren.
Bagaimana konsumsi kulit manggis dalam jangka panjang? Dosen dan peneliti di Laboratorium Farmakologi dan Toksikologi, Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Dr Agung Endro Nugroho MSi Apt, menguji toksisitas kulit manggis berdosis 50—1.000 mg per kg bobot badan. Ia memberikan ekstrak secara oral pada tikus, kemudian melihat efeknya setelah 24 jam (pada uji toksisitas akut).
Ternyata hingga dosis tertinggi yang digunakan 1.000 mg per kg bobot tubuh, kulit manggis tidak menunjukkan efek toksik dilihat dari tidak adanya tikus yang mati. Pada uji toksisitas subkronik, pemberian ekstrak etanol kulit manggis berkala selama 28 hari. Selanjutnya Agung mengamati organ-organ tikus. ”Hasilnya, pengamatan mikroskopis pada organ-organ vital tikus seperti paru-paru, ginjal, hati, dan testis tidak menunjukkan perubahan fisik atau kerusakan,” ujarnya. Artinya, pemberian ekstrak etanol kulit manggis itu tidak menunjukkan efek toksis pada organ-organ tikus.
Menurut Asep W Permana, peneliti Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, Bogor, Jawa Barat, tanin dalam kulit manggis menyebabkan kerja ginjal menjadi berat. Oleh karena itu konsumsi kulit manggis harus diikuti dengan minum air putih yang banyak untuk meringankan kerja ginjal. (Pranawita Karina/Peliput: Andari Titisari dan Desi Sayyidati Rahimah)
Kesimpulan: Bila pencernaan kurang baik, sebaiknya konsumsi Ekstrak Kulit Manggis berbentuk cairan. Kemampuan penyerapan pasien harus diperhatikan karena bahan aktif herbal akan masuk melalui sistem pencernaan sehingga pengobatan lebih efektif. Jadi sebaiknya diminum berbentuk cair.

Perbandingan: Jus Jeruk VS Jeruk dikapsulin (kering) Mana yang anda pilih.

Dapatkan Ekstrak Kulit Manggis di www.xamthonemanggis.com (rasanya enak, praktik, hiegenis, tinggal dirasakan manfaatnya tanpa repot :) )

 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Leave a Reply

jjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjj